5 Keunggulan E-book Dibandingkan Buku

Kini teknologi informasi semakin maju. Di manapun kita berada, meski itu di sudut dunia, masih bisa berkomunikasi dengan manusia di pelosok dunia yang lain. Ya…internetlah yang bisa menghubungkan manusia dari ujung ke ujung dunia yang lain.

 

Pun untuk media informasi dan media berbagi ilmu pengetahuan, bila beberapa tahun yang lalu kita masih menggunakan media tersebut dalam bentuk fisik, yakni kertas, dalam bentuk buku, majalah Koran dan lain sebagainya. Maka sekarang medianya tidak harus kertas lagi. Atau mungkin di masa depan kita tidak akan menggunakannya lagi. Tapi medianya berubah dalam bentuk digital, Yaitu E-book, atau Buku Elektronik

 

Kenapa E-book?? Ada beberapa keunggulan media informasi dan pengetahuan dalam bentuk e-book.

  1. Karena formatnya dalam bentuk digital, e-book berupa softcopy bukan hard copy. Sehingga lebih ringkas tidak memerlukan tempat untuk menyimpan yang besar, seperti halnya buku, yang memerlukan rak/lemari dan ruangan untuk menyimpannya. E-book hanya memerlukan media penyimpanan seperti, hard disk dalam PC atau laptop, disket, CD dan sekarang ada Flash Disk yang bentuknya mungil dan bisa dibawa kemana-mana.
  2. Sistem pengiriman e-book sangat cepat, hanya memerlukan waktu beberapa menit bahkan dalam hitungan detik. Bandingkan bila kita mengirim buku, bisa memerlukan waktu berhari-hari.
  3. Media kirim e-book sangat praktis. Kita bisa mengirimkan e-book via email dan dalam hitungan detik sudah diterima oleh orang yang kita kirimi e-book. Atau kita bisa meng-upload di internet dan seluruh orang didunia bisa mengunduh (men-download)  e-book tersebut.
  4. Biaya untuk mencetak e-book sangat murah. Bahkan bisa jadi gratis kalau Anda telah memiliki computer yang ada program MS-Word dan PDF Writernya, dan biaya listrik dari computer diabaikan. Bandingkan bila kita mencetak buku dengan tebal 200 halaman sebanyak 1000 buku, biaya cetaknya saja bisa sekitar 10 juta rupiah… nilai yang sangat mahal bukan. Bila dibandingkan dengan cetak e-book yang hampir gratis, berapapun jumlah yang akan kita cetak hingga tidak terbatas, tidak akan menambah biaya cetak e-book.
  5. E-book anti rusak. Selama data kita tidak terserang virus, dan hal ini bisa dicegah dengan penggunaan computer yang hati-hati dan pemasangan software anti virus, maka e-book kita akan tetap bagus kondisinya meski usianya sudah puluhan tahun. Bandingkan dengan buku, yang mudah rusak, sobek, hilang, tulisannya pudar dan berjamur bila usia buku sudah tahunan.

 

Tapi sampai saat ini ada satu kekurangan dari e-book, yaitu Kenyamanan. Kita biasanya ingin membaca dalam kondisi nyaman, seperti sambil tiduran, santai di sofa, sambil duduk santai di taman. Seperti yang kita lakukan saat membaca buku. Saat membaca e-book kita harus di depan computer PC atau Laptop. Terkadang kita tidak kuat dengan menatap monitor berlama-lama. Atau punggung pegel-pegel karena duduk lama-lama di depan PC.

 

Tapi saya yakin suatu saat akan ada media untuk membaca e-book yang friendly, sehingga memberi kenyamanan saat membaca.

Medianya apa itu?? Baca terus di “Dunia Ebook”

17 thoughts on “5 Keunggulan E-book Dibandingkan Buku

  1. Bagaimana dengan nasib para penulis yang menggantungkan hidupnya dari menulis atau menjadikan Menulis sebagai profesinya?

    bahkan mungkin ebook dengan sangat mudah untuk di bajak dan disebarkan.

    terus ebook hanya bisa di nikmati oleh orang yg mempunyai komputer atau HP yg mendukung layanan ebook.

    bagaiman nasib orang2 di desa dan orang2 yg tidak mampu lainnya untuk gemar membaca?

  2. wahyudi berkata:

    Pak Ardian,
    Pembajakan memang masalah yang akut di negeri ini. Mulai dari CD, Kaset, Film, buku, dll. Hampir semua hak intelektual di negeri ini bisa dibajak. Tapi semuanya kembali ke diri kita masing-masing. bukankah maling selalu selangkah di depan? Jadi kita mulai dari diri kita untuk tidak membeli barang bajakan, termasuk ebook. Yang pasti dengan ebook kita bisa menghemat semua sumber daya yang diperlukan. BTW, kalau punya naskah silahkan kirim ke admin@tokebook.biz atau wahyudi@cei.com.sg. Untuk persyaratan lengkap silahkan lihat di http://www.tokoebook.biz

  3. wahyudi berkata:

    Setuju Pak Daniel,
    Mari kita lebih masyarakatkan ebook untuk kelestarian lingkungan. Ditunggu naskahnya ya!

  4. wahyudi berkata:

    Pak Ippen,
    Bagaimana nasib penulis.. ya gampang aja mereka tinggal menulis ebook dan saya pikir penghasilan mereka bisa jadi lebih besar karena bisa menjualnya secara langsung atau dijual melalui toko online yang royaltinya bisa sampai 50%, sedangkan dari penerbit hanya 10%. belum lagi waktu terbit yang bisa jauh lebih cepat, bandingkan dengan penerbit yang harus menunggu min 3bln.
    Untuk orang tidak mampu..kita analogikan dgn Hp deh..dulu hanya orang kaya yg mampu beli Hp krn harganya mahal. Tp sekarang hampir semua orang punya Hp krn harganya sdh murah. Demikian juga TV. Dan sy pikir harga komputer sekarang pun sdh sangat terjangkau. dan kita harapkan harga Ebook reader pun akan murah & terjangkau.

  5. Ah menurut pengamatan saya enggak hanya ketidaknyamanan lho yang menjadi kekurangan e-book. Seperti sudah dikatakan oleh sdr. Ardian Syam sebelumnya, mengenai pembajakan. Bagi penulis itu akan sangat merugikan.

    Bayangkan saja bila sebuah e-book dijual misalnya seharga 10ribu pada satu orang. Kemudian orang tersebut menyebarkannya pada teman/saudara (gratis atau berbayar namun lebih murah), yang selanjutnya akan disebarkan lagi…dan lagi…
    Apa kabar hak cipta?

    Itu baru untuk penulis. Lalu bagaimana dengan penerbit? Dimana kita tahu bahwa banyak profesi terlibat di dalamnya, mulai dari editor, proof reader, ilustrator, desainer cover, serta secara umum dari bidang administrasi sampai distributor (toko buku besar hingga eceran).

    Secara psikologis, e-book mungkin cocok bagi para pembaca yang sangat sibuk sehingga nggak sempat ke toko buku atau pembaca yang menyukai buku-buku klasik namun sulit mendapatkannya karena sudah nggak diterbitkan lagi.
    Tapi berapa banyak sih tipe pembaca seperti itu? Saya rasa masih lebih banyak pembaca yang lebih menyukai cerita dalam bentuk buku/majalah, kok🙂

    Pritha
    writer
    http://www.prithakhalida.com

  6. wahyudi berkata:

    Mbak Pritha, Terima kasih atas kunjungan Anda.
    Bicara mengenai kenyamanan. Kalau kita telah memiliki alat baca ebook, baik itu hanlin, kindle, Sony PRS, BeBook dll (Lihat di kategori “Alat Baca Ebook”). Maka saya jamin membaca ebook akan jauh lebih nyaman daripada membaca buku. Tapi memang alat ini masih cukup mahal harganya minUS$280 (Tapi ini bicara kenyamanan lho, bukan harga).
    Mengenai pembajakan, Akur, memang saat pada tingkat penindakan belum sesuai dengan yang kita harapkan, meski perangkat hukum dan UUnya sudah ada. Tapi dengan semakin memasyarakatnya ebook saya yakin penegak hukum juga akan menyiapkan infrastrukturnya. tetapi yang paling penting adalah diri kita sendiri untuk menghargai karya dengan tidak membeli barang bajakan. Dengan berkembangya teknologi saya yakin ada filter yang bisa dipakai untuk meminimalkan pembajakan ebook, salah satunya dengan Password. Tapi harus diakui maling pasti selangkah didepan. dan pembajakan tidak hanya terjadi pada ebook saja. disegala lini kehidupan, pembajakan pasti ada. Jangan hanya karena takut dibajak kemudian kreatifitas kita mandeg
    Mengenai resources yang terlibat dalam industri buku. Tentu saja mereka juga harus berinovasi sesuai dengan perkembangan teknologi khususnya ebook. Ketika mereka tidak bisa berinovasi ya mereka akan tergilas oleh revolusi teknologi.
    Saat ini orang Indonesia memang masih lebih memilih buku, ya tentu saja, karena bacaan dalam bentuk ebook di Indonesia belum banyak pilihan dan macamnya. Tetapi tidak demikian dengan negara lain e.q USA, Eropa, kekuatan ebook dan media online sudah berangsur menggilas buku dan media konvensional. So di Indonesia tinggal menunggu waktu.. bisa tahun depan…5 tahun…10 tahun lagi. Hanya orang yang menyiapkan diri untuk perubahan saja yang akan survive!! How About You??

  7. me berkata:

    Satu orang dalam satu kelas membeli SATU ebook (ex:Rp.10.000,-) kemudian dia berikan ke temen-temen satu kelasnya misal 40 orang.. belum lagi jika dia berikan ketemen-temen di milis-milis yang dia ikuti…

    hemm…. hanya dengan 10.000 bisa di bagikan ke orang lain dengan sangta mudah atau di jual kembali dengan harga yang sanagat murah dengan cuma-cuma.. kasian bgt yah penulisnya…. misal dapet royalti 5rb untuk satu ebook..

  8. wahyudi berkata:

    Me, Thank’ atas kunjungannya.
    Saya analogikan gini..si A beli buku (katakan novel), kemudian novel itu dipinjam oleh teman satu kelas (katakan 40 0rang). apakah setelah baca itu novel kita akan beli novel yang sama??
    Kemudian kalau ebook disebarkan tanpa ijin penulis atau penerbit itu namanya pembajakan. Dan jangan lupa pembajakan terjadi di segala bidang, buku, musik,film, software dll.
    Untuk mencegah pembajakan ebook, silahkan baca link ini https://duniaebook.wordpress.com/2009/02/18/7-langkah-melindungi-ebook-dari-pembajakan/

  9. saya dari universitas austarlia yang sedang membuat project mnagement tentang e-book…
    blh tau harga pembuatan e-book gak????
    dan dibutuh kan berapa lama unu membuat e-book????
    thank you atas balasan nya….

  10. kalau anda ingin membuat ebook dalam format PDF. Anda cukup mendownload PDF writer dari internet (Banyak software PDF writer gratis di internet), maka naskah anda yang dalam format MS Word siap di convert ke PDF file dalam waktu beberapa menit bahkan detik. Jadi Biayanya gratis!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s