Empat Alasan Penerbit Menolak Naskah Anda

Setiap penulis pasti mempunyai cita-cita untuk menerbitkan buku. Untuk penulis yang sudah jadi, atau sudah punya nama di blantika perbukuan bisa jadi itu adalah sesuatu yang mudah. Tapi beda halnya bagi penulis pemula. Penulis pemula biasanya sangat sulit untuk menembus dunia penerbitan buku. Ada banyak alasan kenapa penulis pemula kesulitan untuk bisa menerbitkan buku :

  1. Tidak dipungkiri bahwa menebitkan buku berkaitan dengan industri. Industri selalu berorientasi  profit  (keuntungan). Tentu saja penerbit akan memilih naskah dari penulis yang sudah dikenal oleh masyarakat untuk diterbitkan. Daripada naskah dari penulis pemula, yang tentu saja asing ditelinga salon pembeli buku.
  2. Secara umum penulis yang sudah senior mempunyai naskah yang lebih berkualitas dibandingkan penulis pemula. Walaupun teori ini tidak selalu benar. Bisa jadi penulis pemula mempunyai tulisan yang lebih berkualitas, menarik dan lebih baik dari penulis senior. Hanya kesempatan dan waktu yang belum melambungkan namanya.
  3. Penulis pemula biasanya kurang mengetahui trend pasar perbukuan yang sedang disukai di masyarakat. Penulis pemula menuliskan apa yang memang ingin dia tuliskan. Mereka kurang mengikuti apa yang sedang banyak diinginkan pasar. Itu sebabnya ketika penulis pemula mengirimkan naskahnya ke penerbit ditolak karena tidak sesuai selera pasar.
  4. Dan yang sangat umum terjadi adalah para penulis pemula kurang mengerti prosedur, syarat-syarat dan langkah-langkah dalam mengirimkan naskah ke penerbit sehingga naskah itu bisa diterbitkan.

 

Sebenarnya ada cara lain agar penulis bisa menerbitkan naskahnya. Yaitu dengan self publishing (menerbitkan sendiri). Dengan menerbitkan sendiri naskahnya, maka penulis sudah menghilangkan satu kendala. Yaitu ditolak oleh penerbit.

 

Hanya saja menerbitkan sendiri artinya modal untuk mencetak buku harus dikeluarkan dari kantong sendiri. Untuk sebuah buku yang harganya Rp. 40.000, biaya produksi termasuk cetak biasanya 25% dari harga buku. Bila kita cetak 1000 eksemplar maka diperlukan dana Rp. 10 juta. Itu belum termasuk lagi kita harus mengurusi distribusi dan urusan-urusan dengan toko buku dan pihak-pihak lain. Sudah terbayang bukan, repotnya!!!

 

Tetapi kini dunia sudah jauh berubah. Perkembangan teknologi informasi dan internet sudah sedemikian maju. Untuk para penulis ada cara yang sangat-sangat murah untuk menerbitkan naskah. Bahkan bisa jadi nol rupiah bila Anda telah mempunyai komputer dan listrik untuk menyalakan komputer tidak dianggap sebagai modal.

 

Ya…kita bisa menerbitkan naskah kita dalam bentuk e-book. E-book atau buku elektronik disebut juga buku digital bisa mengatasi kebuntuan kita untuk menerbitkan buku. Kita cukup mengubah naskah yang dalam betuk MS Word ke bentuk PDF. Dengan software PDF Creator yang bisa didownload gratis dari internet, kita sudah bisa menerbitkan naskah dalam bentuk e-book.

 

Kini tinggal untuk tujuan apa kita menerbitkan naskah itu? Kalau kita hanya ingin naskah kita dibaca oleh masyarakat umum tanpa menginginkan imbalan dalambentuk materi (uang). Maka kita tinggal upload di internet dan informasikan ke umum untuk mendownload naskah kita secara gratis.

 

Tetapi kalau tujuan kita selain menyebarkan ilmu dan informasi dari naskah  kita, juga menginginkan imbalan berupa materi (uang). Maka kita bisa menjualnya di internet. Dengan bermodalkan koneksi internet maka kita sudah bisa menjadikannya sebagai bisnis milik sendiri.

Bagaimana Menerbitkan Naskah tanpa berurusan dengan Penerbit?

Bagaimana Menjadikan Naskah kita sebagai Bisnis Mandiri milik Sendiri?

7 thoughts on “Empat Alasan Penerbit Menolak Naskah Anda

  1. Salam kenal juga Mas Hartiono… Software untuk membuat ebook biasanya pakai PDF writer ada yang gratis..ada juga yang berbayar. Ada juga yang format EXE..cari aja artikelnya di blog ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s