Revolusi Digital Kontribusi Nyata terhadap Pencegahan Pemanasan Global

Thia article also published in www.TokoeBook.com
digital revDi bawah ini adalah essai yang saya kirim dalam Lomba Menulis Essai/Artikel mengenai Global Warming yang diselenggarakan oleh PT.Tunas Karya Indoswasta. Dan Alhamdulillah meraih juara 2.

Penyebab utama dari pemanasan global adalah efek rumah kaca. Efek rumah kaca ini terjadi karena sebagian besar energi dari matahari yang sampai ke bumi tidak dipantulkan kembali ke luar angkasa, tetapi diserap oleh atmosfer bumi.

Atmosfer bumi menyerap atau menghalangi radiasi energi panas dari matahari ke luar angkasa kembali, dikarenakan atmosfer telah tercemari gas-gas yang memiliki sifat menyerap energi matahari sehingga atmosfer bumi semakin panas. Gas-gas yang memiliki sifat menyerap energi dari matahari adalah, Karbon-Dioksida, Methane dan Nitrogen Oksida,

Penyebab utama dari pemanasan global adalah akibat dari kegiatan manusia itu sendiri. Yaitu pembakaran minyak bumi, batubara, dan gas alam untuk kegiatan industri, bahan bakar mobil, pembangkit listrik, dan lain-lain. Pembakaran bahan bakar dari fosil tersebut menghasilkan Karbon Dioksida (CO2), yang merupakan gas rumah kaca yang menghambat radiasi panas ke ruang angkasa.

Penyebab utama yang lain adalah penebangan hutan untuk pembukaan lahan pertanian, perkebunan, industri dan perumahan. Pohon-pohon dalam proses fotosintesisnya menyerap Karbon Dioksida (CO2) dari udara. Dengan menyempitnya areal hutan akan menurunkan penyerapan CO2 dan meningkatkan jumlah CO2 di atmosfer kita. Dekomposisi dari tumbuhan juga meningkatkan jumlah CO2 di udara.

Akibat yang terjadi dari pemanasan global saat ini sudah kita rasakan. Diantaranya, semakin tingginya permukaan air laut, akibat dari mencairnya es di kutub bumi. Hal ini menyebabkan banyak pulau di planet bumi tenggelam dan semakin berkurangnya luas daratan.

Akibat yang lain adalah tidak teraturnya musim dan perubahan musim yang ekstrim. Hal ini menyebabkan, curah hujan yang tinggi pada musim hujan. Dan mengakibatkan banjir di seluruh penjuru dunia. Terjadi musim kemarau yang panjang. Menyebabkan bumi kekurangan air dan gagalnya hasil pertanian. Akibatnya kelaparan melanda sebagian besar negara-negara miskin di dunia.

Perlu ada tindakan-tindakan nyata untuk mencegah terjadinya pemanasan global yang semakin parah. Seperti telah diuraikan di atas bahwa salah satu penyebab terjadinya pemanasan global adalah pembukaan lahan dengan cara penebangan hutan yang semena-mena.

Pada dasarnya penebangan hutan akan selalu terjadi, selama kebutuhan akan kayu hutan sebagai bahan baku selalu diperlukan. Jadi yang harus dipikirkan adalah bagaimana mengubah bahan baku dari kayu menjadi bahan baku lain yang sifatnya tidak merusak lingkungan dan hutan.

Sebagai contoh kertas, bahan baku kertas adalah bubur kayu yang bahan utamanya dari kayu hutan. Kertas merupakan bahan baku dari industri media cetak dan perbukuan. Selain itu kertas merupakan komponen penting untuk berjalannya industri di dunia. Harus diakui bahwa kertas diperlukan hampir di semua sisi kehidupan manusia.

Industri media cetak outputnya adalah koran, majalah, tabloid dan lain-lain. Ada ribuan industri media cetak yang ada di dunia, dengan oplah jutaan eksemplar setiap harinya. Diperlukan ribuan ton kertas sebagai bahan utama media cetak per harinya. Itu artinya dibutuhkan ribuan pohon hanya untuk menyuplai bahan baku di industri media cetak per harinya.

Industri perbukuan juga memberikan kontribusi terhadap penebangan hutan yang tidak sedikit. Ada ribuan buku terbit setiap bulannya di dunia. Belum lagi buku tulis, agenda dan buku-buku catatan lainnya. Itu artinya juga memerlukan ribuan kayu ditebang dari hutan untuk memenuhi bahan baku kertasnya.

Tak sampai di situ saja. Diseluruh bidang industri di dunia pasti memerlukan kertas sebagai media operasional industrinya. Mulai untuk kegiatan transaksi jual-beli, kegiatan operasional, media untuk standard operating procedure, dan kegiatan komunikasi antar bagian dan perusahaan. Ada jutaan industri di dunia yang memerlukan jutaan ton kertas di setiap waktu.

Bila bahan baku kertas ini tidak diubah ke bahan baku lain atau media lain, maka konsumsi kayu hanya untuk bahan baku kertas saja sangat luar biasa besarnya. Diperlukan revolusi besar untuk mengubah konsumsi kertas yang sangat besar ini.

Kita mulai dari industri media cetak. Saat ini teknologi informasi sudah semakin maju. Hal ini berimbas pada semakin majunya penggunaan internet. Dengan internet semua manusia di dunia bisa saling berinteraksi dan mendapatkan informasi. Hal ini bisa digunakan industri media cetak untuk mengubah system distribusi informasinya. Bila selama ini mereka menggunakan media kertas untuk mendistribusikan informasinya, yang dikemas dalam bentuk koran, majalah, dan lain-lain.

Kini dengan internet media cetak bisa diubah dalam bentuk epaper (Koran elektronik). Dengan epaper penggunaan bahan baku kertas tidak diperlukan sama sekali. Karena epaper medianya dalam bentuk softcopy. Dan distribusi informasinya melalui jaringan internet yang biayanya jauh lebih murah dibandingkan distribusi konvensional. Dan yang terpenting adalah ribuan kayu hutan bisa diselamatkan setiap harinya dari industri media cetak saja.

Demikian juga dengan industri perbukuan. Kini sudah ada teknologi digital yang bisa membuat buku dalam format ebook (buku elektronik). Dengan ebook maka penerbit bisa menerbitkan bukunya dalam bentuk softcopy. Dan tidak memerlukan kertas sama sekali. Ebook bisa disimpan dalam media simpan seperti, hard disk computer, CD, atau flash disk yang jauh lebih simpel.

Dengan ebook penerbit bisa menekan biaya produksi hingga 99%, karena ebook tidak memerlukan bahan baku kertas sama sekali dan juga biaya percetakan. Kelebihan lain dari ebook adalah sangat mudah didistribusikan dan tidak memerlukan tempat yang besar untuk menyimpannya. Dan ribuan pohon terselamatkan.

Untuk menghemat kertas dalam kegiatan operasional industri di dunia banyak hal yang bisa dilakukan. Dengan semakin berkembangnya teknologi informasi dan jaringan, memberikan kemudahan bagi industri untuk mengubah media komunikasinya. Yang tadinya menggunakan surat berubah menggunakan email yang jauh lebih cepat dan efektif.

Sedang untuk dokumen yang selama ini dicetak dalam bentuk hardcopy, maka bisa disimpan dalam bentuk softcopy. Dan dokumen tersebut bisa diakses dari seluruh bagian perusahaan melalui jaringan komputer.

Dengan semakin berkembangnya software yang berbasis jaringan seperti, MRP, Oracle dan lain-lain, semakin mempermudah dan mempercepat jalannya industri. Dan yang jauh lebih penting bagi keselamatan dunia adalah bahan baku yang tadinya dari hutan bisa dialihkan dalam bentuk teknologi digital yang ramah lingkungan.

Dari uraian di atas bisa diambil kesimpulan bahwa revolusi digital sangat diperlukan untuk menyelamatkan hutan dunia. Revolusi digital adalah kontribusi nyata terhadap pencegahan pemanasan global.

***
This article also published in www.TokoeBook.com

2 thoughts on “Revolusi Digital Kontribusi Nyata terhadap Pencegahan Pemanasan Global

  1. wah..bahaya banget tuh..akibat para penebang kayu yang tidak bertanggung jawab..akhirnya terkena pemanasan global..makanya sehabis menebang pohon seharusnya di tanami lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s