10 Reasons Why eBooks

Pic taken from Totalwellbeing.net

Indeed eBooks have several shortcomings. Sometimes we have difficulties to read ebook due to we need to use some tools to read the ebook. Although there is now ebook reader a very practical, but the price is still quite expensive for Indonesian.

Despite this, sometimes we feel the book has its own sensations when we turn back the pages. Frankly I agree with that. There was a sense of pride and satisfaction when we have a conventional book. Baca lebih lanjut

Iklan

Menulis dan Menjual Ebook

pic taken from ehow.com

pic taken from ehow.com

Krisis ekonomi menuntut orang berinovasi untuk mendapatkan penghasilan. Seiring dengan perkembangan internet yang luar biasa, maka menulis dan menjual ebook adalah salah satu cara mendapatkan penghasilan. Kelebihan ebook dibandingkan dengan buku cetak adalah ebook lebih fleksibel dan tidak memerlukan proses produksi yang berbelit-belit.

Jika anda ingin tahu cara menulis dan menjual ebook, bisa dimulai dengan cara membaca artikel-artikel seperti ini. Artikel seperti yang saya tulis ini akan menambah pengetahuan dan wawasan mengenai ebook, meskipun tidak semua hal tentang ebook tertulis disini. Setidaknya ini mengarahkan anda untuk memulai menulis dan tahu dasar menjual ebook. Supaya langkah anda lebih mudah akan lebih baik bila belajar dari para professional yang telah terbukti mampu meraup penghasilan yang besar dari menjual ebook di internet.

Menulis dan menjual ebook secara online tidak sesulit yang dibayangkan. Anda bisa mempromosikan ebook yang anda tulis di situs jaringan social seperti facebook atau friendster. Yang terpenting anda harus menyediakan link ke website tempat anda menjual ebook anda. Salah satu cara untuk mempromosikan ebook atau link website anda yang sedang popular dengan Pay Per Click tentunya ini memerlukan biaya yang lumayan besar. Atau kalau anda tidak begitu mengerti tentang internet dan website, ada cara mudah untuk menjual ebook yaitu dengan menerbitkannya di TokoEbook.Com. Anda akan mendapatkan royalty sebesar 50% dari harga ebook.

Bila anda memiliki hobi menulis kenapa tidak dicoba untuk menulis dan menjual ebook secara online. Dengan internet maka pasar hasil tulisan anda tidak terbatas.

Tentang eBook dan eBook Reader

Apa itu eBook?

Sebelum kita memahami apa itu eBook Reader (alat baca ebook), Mari kita mulai dengan memahami ebook terlebih dahulu.

eBook adalah kependekan electronic book atau dalam bahasa Indonesia artinya buku elektronik yaitu file digital yang mirip dengan buku cetak biasa. Hingga saat ini membaca ebook dengan menggunakan computer atau laptop. eBook biasanya diterbitkan dengan salah satu dari dua cara seperti di bawah ini:

* Buku yang telah dicetak pada kertas kemudian diubah menjadi format ebook. Dengan semakin populernya ebook reader maka semakin banyak buku cetak yang juga diterbitkan dan dijual dalam format digital (ebook).

* eBook yang memang dibuat oleh individu untuk keperluan pribadi maupun untuk tujuan komersial. Sejak pengguna internet berkembang dengan pesat maka banyak orang yang berbagi pengetahuan dengan menggunakan ebook. Kelebihan utama dari ebook adalah kita bisa membaca pengetahuan dari orang-orang yang tidak memiliki akses untuk menerbitkan pengetahuannya dalam bentuk buku cetak.

eBook terdiri dari banyak format (lebih dari 25 format) tetapi yang popular diantaranya adalah : EPUB, PRC/ Mobi (format Mobipocket) , AZW (format Amazon Kindle) dan tentu saja PDF (Portable Document Format).

Jadi anda telah memahami tentamg ebook, mari kita membahas apa itu eBook reader?

Perkembangan  eReader

eBook reader atau eReader iadalah peralatan elektronik yang digunakan untuk membaca ebook.

Apa perbedaan ebook reader dengan iPhone atau Laptop?

eBook reader menggunakan teknologi khusus yang disebut E-Ink. E-Ink atau E-paper adalah nama yang digunakan untuk mendeskripsikan bagaimana system kerja ebook reader. Teknologi ini mampu mendisplay teks dan gambar pada saat bersamaan seperti halnya tampilan pada kertas atau Koran.

Teknologi ini memiliki 3 kelebihan :

* Layarny terlihat seperti kertas, tidak mengakibatkan silau di mata dan saat membaca layaknya seperti membaca buku cetak biasa.

* Teknologi ini memerlukan energi listrik saat membuka halaman saja. Bila anda sedang membaca halaman tersebut atau tidak sedang memindah halaman maka alat ini tidak mengkonsumsi energi listrik. Jadi alat ini sangat hemat energi. Sekali charge baterai bisa bertahan selama berminggu-minggu.

* Kita bisa membaca menggunakan ebook reader di tempat terang atau di bawah sinar matahari tanpa silau sama sekali. Karena alat ini tidak memiliki backlight untuk menyalakan monitornya seperti halnya computer.

Bagaimana Memilih eBook Reader?

Ketika anda ingin membeli ebook reader ada beberapa hal yang perlu anda pertimbangkan. Display, Kompatibilitas, Daya tahan Batterai, Ketersediaan ebook, garansi, ukuran ebook reader, wireless dan review customer.

Merk eBook Reader yang Populer.

Sony PRS readers – Sony telah mengeluarkan beberapa seri ebook reader yaitu has PRS-505 dan yang terbaru PRS-700. Sony eReader bisa menjadi pilihan utama.

Amazon Kindle 2 – Setelah dirilis pada Februari 2009 Amazon telah berhasil menjual sebanyak 500,000 alat ini. eBook reader ini adalah salah satu ereader yang sangat keren.

BeBook – Endless adalah perusahaan yang memproduksi BeBook, memang tidak sebaik Sony atau Amazon, BeBook cukup impresif dan relative lebih murah. Yang lebih baik dari BeBook bisa dibeli oleh orang diluar USA.

Hanlin V3 – adalah ebook reader diproduksi oleh Jinke perusahaan dari China. Memiliki fasilitas yang cukup lengkap termasuk bisa sebagai player MP3.

Yang masih menjadi masalah dari alat baca ebook ini adalah harganya yang masih relative mahal, sekitar US$350. Tapi untuk beberapa tahun ke depan diharapkan harganya bisa sekitar US$150.

Article Source: http://EzineArticles.com/?expert=Matt_Palen

10 Alasan Utama Kenapa harus eBook

Kenapa harus eBook? Pic. taken from honestknowledge.com

Kenap harus eBook? Pic. taken from honestknowledge.com

Memang eBook memiliki beberapa kekurangan. Terkadang sulit membaca ebook dikarenakan harus menggunakan alat bantu untuk membaca ebook. Meski kini sudah ada alat baca ebook yang sangat praktis, tetapi harganya masih cukup mahal untuk ukuran kantong orang Indonesia.
Diluar hal tersebut, kadang kita merasa buku memiliki sensasi tersendiri saat kita membalik-balikan halamannya. Sejujurnya saya setuju dengan hal tersebut. Ada rasa bangga dan puas saat kita memiliki buku konvensional.
Tapi kita juga harus berpikir bahwa ebook memiliki hal-hal yang luar biasa dan memberikan manfaat jauh lebih besar dibandingkan buku. Di bawah ini dijelaskan 10 Alasan utama kenapa harus beralih ke ebook :

1. Memiliki eBook membuat kita menghemat tempat dan waktu.     Tempat dimana kita menyimpan koleksi buku kita. Sedang waktu, kita tak perlu menyimpan buku-buku karena khawatir harus beli yang baru bila koleksi buku kita hilang.

2. Jika kita suka menandai hal-hal yang penting dalam buku tetapi takut merusak atau membuat jelek buku karena coretan, maka alat baca ebook memungkinkan kita menandai hal-hal penting di dalam ebook tanpa takut membuatnya jelek karena coretan.

3. Jika penerbit menjual satu juta copy dengan 250 halaman per copynya untuk satu judul buku. Itu berarti diperlukan 12.000 pohon hanya untuk memproduksi satu judul buku saja (sumber: “How to Go Green: Books” by Cindy Katz and Jennifer Wilkov). Itu artinya kita punya andil dalam perusakan lingkungan, bila membaca buku.

4. Jika Anda merasa ukuran huruf di dalam ebook terlalu kecil, maka alat baca ebook memungkinkan kita untuk megubah ukuran huruf dengan mudah. Sehingga tidak ada kendala karena ukuran huruf.

5. Dengan alat baca ebook kita bisa berlangganan Koran atau majalah secara online. Jadi tidak perlu menunggu loper Koran mengantar ke rumah kita.

6. Kita tidak perlu repot-repot pergi ke took buku karena kita tinggal mendownload ebook secara online dari rumah. Hal ini menghemat waktu untuk belanja dan mencari-cari buku di rak-rak took buku.

7. Tidak akan pernah kehabisan stok. Karena ebook tersedia dalam bentuk digital, sehingga akan selalu tersedia sepanjang waktu.

8. Alat baca ebook tidak memerlukan lampu penerangan saat membaca ebook. Karena displaynya sudah mampu menerangi. Sehingga kita bisa menghemat energi listrik.

9. Mengenai ukuran dan capacity file. Kita harus jujur, ebook memerlukan file yang kecil sehingga dengan alat ebook yang kecil bisa menampung ribuan ebook. Bayangkan bagaimana mudahnya sekolah karena kita cukup membawa alat sebesar novel yang mampu menyimpan ribuan ebook.

10. Kita bisa menghemat uang. eBook tentu saja harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan buku. Karena tidak memerlukan sumber daya dan biaya produksi yang besar.

Referensi: http://EzineArticles.com/?expert=Jack_Stanton

Stop Membaca Buku!!

Judulnya sangat provokatif bukan?? Tapi itu bukan ajakan untuk berhenti membaca lho! Membaca adalah wajib hukumnya bagi manusia untuk menambah ilmu, pengetahuan dan memperluas wawasan. Tapi kenapa kok harus “Stop Membaca Buku”? Bukankah buku adalah sumber ilmu pengetahuan? Betul!! Tapi buku bukanlah satu-satunya sumber ilmu, kan?

Yang saya maksud dengan buku di sini adalah buku dalam bentuk fisik yang terdiri dari lembaran-lembaran kertas itu. Dan pastinya Anda tahu kertas terbuat dari kayu yang banyak tumbuh di hutan-hutan Indonesia. Dan Indonesia adalah salah satu negara penghasil kayu terbesar di dunia. Sehingga berjuta-juta hektar hutan dibabat secara illegal untuk keuntungan segelintir orang. Tetapi akibat negatifnya dirasakan oleh manusia seluruh dunia, yang biasa disebut dengan global warming.

Berapa banyak bencana alam terjadi dikarenakan pembabatan hutan ini? Mulai dari banjir, tanah longsor, kekeringan dll. Dan korban yang timbul tak terhitung lagi dari bencana-bencana ini.

Andai saja manusia tidak membaca buku. Mungkin kontribusi terhadap pelestarian lingkungan menjadi cukup berarti. Secara otomatis percetakan akan mengurangi cetak buku karena pembelinya berkurang atau sangat sedikit, karena manusia sudah tidak membaca buku lagi.

Terus bagaimana ilmu pengetahuan dan informasi dikemas bila tidak ada buku? Sangat mudah dan sangat simple. Dunia sudah begitu maju ada pengganti buku konvensional yang sangat murah dan tentu saja sangat ramah lingkungan. Kita tidak perlu bahan baku seperti kayu untuk membuat kertas. Karena kita cukup mencetaknya dalam bentuk digital.

Benda itu disebut dengan buku digital atau buku elektronik yang lebih popular dengan sebutan ebook.

Dengan ebook maka akan banyak keuntungan yang bisa didapatkan. Selain ramah lingkungan, tidak memerlukan tempat yang besar untuk menyimpannya dan tentu saja jauh lebih murah biaya produksinya. Sehingga harga jualnya pun bisa lebih murah. Dan masih banyak lagi keuntungan yang lain.

Tapi kan membaca ebook kurang  nyaman dibandingkan dengan buku konvensional. Siapa bilang? Sekarang sudah ada teknologi Eink yang membuat membaca ebook senyaman membaca buku. Apa itu teknologi Eink? Ikuti postingan berikutnya!

 

PS: Ini adalah pendapat pribadi dan dilihat dari satu sisi yaitu kontribusi buku terhadap perlindungan hutan!!

3 Alasan E-book akan Menggantikan Buku

E-book dan media online) adalah sebuah media informasi seperti halnya buku, koran, majalah, tabloid dan media–media yang lain. Berdasarkan pemikiran saya, suatu saat nanti media-media yang berupa fisik seperti buku dan yang lainnya akan hilang digilas oleh perkembangan jaman dan teknologi.

Kenapa demikian?

Ada beberapa hal yang melandasi tergilasnya buku, dan E-book/media online akan menjadi media informasi dan ilmu pengetahuan utama, yaitu :

  1. Media informasi dan ilmu pengetahuan (buku, koran, majalah dll, red)  yang menggunakan bahan baku kertas semakin lama semakin mahal. Dari pengalaman selama ini tidak pernah namanya buku, dll makin kesini makin murah. Yang ada makin mahal, pasti. Kenapa semakin mahal karena biaya produksi dan bahan baku yang semakin mahal. Dilihat dari bahan baku. Bahan baku kertas adalah kayu yang digunakan untuk bubur kertas (pulp). Harga kayu semakin mahal karena hutan (sebagai penghasil kayu) yang makin menyusut luasnya. Belum lagi setiap negara memberlakukan pengawasan yang ketat terhadap penebangan hutan. Bagaimana bila hutan tidak ada lagi atau setiap negara melarang menebang kayu dengan alasan global warming? Bakal semakin mahal tuh buku. Atau malah lebih parah lagi buku tidak bisa diproduksi lagi karena tidak ada bahan baku.
  2. Setiap orang dewasa ini dan di masa yang akan datang menginginkan sesuatu yang simple dan praktis. Kita bisa memerlukan lemari atau tempat yang luas untuk menyimpan koleksi buku-buku/media fisik. Selain itu membawa buku kemana-mana pastinya selain berat, ribet tentunya tidak praktis. Berbeda dengan e-book, ribuan e-book yang kita miliki paling hanya memerlukan media sebesar jari tangan saja, yaitu flash disk. Cukup dimasukkan ke saku dan tentunya sangat ringan, hanya beberapa gram saja. Selain flash disk, media penyimpan lain pastinya adalah PC atau laptop. Hemat tempat dan sangat praktis.
  3. Media-media offline kini berbondong-bondong meng-online-kan diri. Tanda-tanda e-boook/media online akan menjadi informasi utama bisa kita lihat, seluruh media besar di seluruh dunia kini telah mempunyai media online (ambil contoh untuk Indonesia, Kompas, Bisnis Indonesia dll). Tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti perusahaan-perusahaan itu hanya akan menggunakan media online. Sebagaimana halnya dengan detik.com.

Jadi persiapkan diri untuk menghadapi dunia informasi secara online. Mari kita menuliskan ide dan pengetahuan dan dituangkan dalam bentuk e-book atau media online. Karena dengan demikian kita telah membantu menyelamatkan hutan dan bertindak secara nyata untuk mengurangi efek global warming.